Our Blog

You Are Here Home Our Blog
04 Mar
Admin, in Blog 0

Lihatlah anak-anak muda Indonesia sekarang, apatis dan frustasi menggerogoti jiwanya setelah melihat dan menyaksikan bapak-bapaknya sedikit pun tidak ada yang patut dijadikan tauladan. Mereka ( bapak-bapak itu ) memang mahir memberikan nasehat-nasehat klasik, tapi nol implementasinya. Mereka jago membual tentang kebaikan dan bagaimana seharusnya, tapi tidak pada perbuatannya sendiri. Mereka memang lihai berkelit, mencari pembenaran atas kesalahan yang diperbuat. Sudah sepantasnya bila mereka disebut syetan tua bangka yang gak rela diam bila belum melahirkan koloni iblis muda sebagai penerus tonggak keserakahan duniawi diatas bumi pertiwi.

Kasihan Indonesia! Negeri yang loh jinawi kertaraharja (subur makmur) ternyata tinggal slogan belaka, dan anehnya mereka cukup puas dengan mengantongi slogan yang kian mendekati omong kosong! Karena syetan dan para iblisnya pandai berfoya-foya dengan menggadaikan warisan leluhur, menjual bekal generasi penerus bangsa Indonesia.

Boleh dibilang, saat ini Indonesia yang kita cintai dikuasai syetan dan iblish yang penuh naluri duniawi semata. Mereka merasuk ketubuh pemimpin-pemimpin negeri ini, mereka menjelma jadi pemuka-pemuka agama, mereka menyerupai tokoh-tokoh masyarakat, mereka sedang menang!

Jangan harap bisa hidup tenang di Indonesia sebelum merelakan diri untuk disetubuhi oleh Syetan ! Agar bisa kesyetanan dalam menikmati hidup di Indonesia.

Salut untuk rakjat yang kukuh pada pendirian untuk tidak bersekutu dengan syetan, meski deraan nestapa terus menerpa, yakinlah semua akan ada konsekuensinya dikemudian hari.

Comment Closed

 

Add Comment

 
Your email address will not be published.

Recent Post

 

Archives

 

My Site

Jangan pernah mencoba menjadi orang lain. Setiap orang itu berbeda dan kamu unik dengan caramu. Banggalah pada dirimu.

 

Categories

 

Tag Clouds

 

Did you know ?

Great Salt Lake adalah danau garam terbesar di belahan barat dunia? Air danau ini enam kali lebih asin daripada air laut biasa.