Our Blog

You Are Here Home Our Blog
26 Des
Admin, in Blog 0

Sejak awal kemunculannya, iklan susu itu membuat saya terus bertanya-tanya—sebenarnya tomat itu buah atau sayur? Kalau dilihat-lihat, mirip bangsa buah-buahan, tapi kalau diolah pasti bersatu dengan sebangsa sayur-mayur. Suatu hari saya coba tanyakan hal ini pada orang yang selalu berkutat di dapur dan sering berurusan dengan tomat. Orang itu menjawab, "Tomat itu buah yang bisa disayur". Tentu saja saya tidak puas dengan jawaban itu. Lama bertanya-tanya sendiri, akhirnya Google juga lah yang mencarikan jawabannya.

Tomat kabarnya pertama kali ditanam oleh suku Aztec dan Inca di tahun 700. Menurut buku The Tomato in America yang ditulis oleh Andrew F. Smith, tomat kemungkinan berasal dari dataran tinggi pantai barat Amerika Selatan. Di Wikipedia disebutkan bahwa setelah Spanyol menguasai Amerika Selatan, mereka menyebarkan tanaman tomat ke koloni-koloni mereka di Karibia. Spanyol juga kemudian membawa tomat ke Eropa dan Filipina, yang menjadi titik awal penyebaran ke daerah lainnya di seluruh benua Asia. Sumber lain menyebutkan bahwa penjelajah Mexico lah yang membawa masuk tomat ke Eropa pada tahun 1556. Tomat menjadi terkenal di Italia setelah ditemukannya pizza di Naples pada akhir 1880an.

Tomat diklasifikasikan pada kerajaan plantae, ordo solanales, famili solanaceae, genus solanum, dan spesies S. lycopersicum. Nama latinnya Solanum lycopersicum, kadang dikenal juga dengan nama Solanum esculentum. Bagian ini langsung saya lewat saja karena saya memang tidak bisa menjelaskannya lebih lanjut lagi.

Orang Inggris menjuluki tomat the wolf peach, orang Perancis menamainya the apple of love, sedangkan orang Jerman menyebutnya the apple of paradise. Mereka tidak secara terang-terangan menyebut tomat sebagai the fruit of love atau the vegetable of paradise. Oleh karena itu saya juga akan bersikap netral dengan hanya menyebutnya dengan tomat saja, bukan buah tomat maupun sayur tomat—walaupun saya tahu lebih cocok menyebutnya buah tomat daripada sayur tomat yang terdengar sangat konyol.

Secara botanikal dan saintifik—saya berusaha mengindonesiakan kata botanical dan scientific—tomat adalah BUAH! Alasannya, buah adalah bagian dari tumbuhan yang bisa dimakan yang mempunyai biji, dan tomat punya biji. Sedangkan sayur adalah bagian dari tumbuhan yang bisa dimakan, yang berupa batang, daun, dan akar. Karena tomat bukanlah batang, daun, ataupun akar, jadi jelas-jelas tomat adalah buah.

Untuk yang berpendapat bahwa tomat itu sayur janganlah kecewa dulu karena tomat juga sayur. Memang debat apakah tomat itu buah atau sayur sudah berlangsung lama sekali. Di Amerika, tomat masuk ke dalam jenis buah-buahan sampai akhir tahun 1800an. Namun hal itu segera berubah setelah pengadilan di Amerika—United States Supreme Court—mulai menyidangkan kasus "tomat itu buah atau sayur" pada tahun 1883. Sidang yang sungguh konyol memang, tapi sidang itu ternyata penting sekali untuk negara. Pada masa itu, buah-buahan adalah tanaman bebas pajak dan sayur-mayur adalah tanaman yang harus dibayarkan pajaknya. Karena konsumsi tomat cukup tinggi, mungkin saja pemerintah setempat melihat peluang pemasukan pajak yang cukup menjanjikan dari tomat. Dan akhirnya, pada tahun 1893 pengadilan memutuskan bahwa tomat adalah SAYUR!

Oke, masalah tomat sudah selesai. Terserah mau ikut yang mana, karena tomat itu memang buah, dan juga sayur. Sekarang bagaimana dengan terong, cabe, jagung, dan paprika—BUAH atau SAYUR?

Comment Closed

 

Add Comment

 
Your email address will not be published.

Recent Post

 

Archives

 

My Site

Ketika kamu mencintai seseorang melebihi cinta pada dirimu sendiri, kamu telah memberikannya kekuatan tuk mngendalikan hidupmu.

 

Categories

 

Tag Clouds

 

Did you know ?

Mata uang tertinggi di dunia adalah Kuwait Dinar (KWD), dengan nilai:
1 KWD = 3,40 USD = 31.170,00 IDR