Our Blog

You Are Here Home Our Blog
27 Feb
Admin, in Blog 0

Ekonom menilai, kenaikan harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel bakal menyumbang inflasi pada Februari ini.

Ekonom Tony Prasetiantono memperkirakan, inflasi Februari ini akan berada pada kisaran 0,2-0,3%. Rendahnya angka inflasi tersebut dipicu oleh harga komoditas pangan yang mulai mereda.“Inflasi Februari 2011 saya perkirakan antara 0,2-0,3 persen. Tekanan inflasi pangan agak mereda, karena mulai ada panenan. Meski panenan belum mencapai puncak, dan masih diganggu hujan yang masih cukup besar,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (27/2).

Sebelumnya, inflasi Januari 2011 berada pada level 0,89% dengan pemicu utama harga beras dan cabai yang masing-masing menyumbang 0,11%.

Selain itu, menurut Tony, penguatan rupiah yang berada di bawah Rp9.000 per dolar AS juga turut menekan laju inflasi. “Jika inflasi bulanan 0,2-0,3 persen, maka inflasi yoy akan berkisar 6,9-7,0 persen,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai, kenaikan harga minyak dunia yang menembus US100 per dolar AS bakal menjadi pemicu laju inflasi Februari 2011. “Minyak dunia yg naik di atas US$100 per barrel juga menyumbang inflasi, meski kecil, karena masih ada BBM bersubsidi,” pungkasnya.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga minyak Brent di London berada di level US$112,43 per barel. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam 2 ,5 tahun terakhir. Pada Kamis (24/2) lalu, Brent berada ke level nyaris US$120 per barel dan harga minyak AS menembus US$103.

Kenaikan harga minyak belakangan ini dipicu oleh kekawatiran para investor atas kisruh di wilayah Timur Tengah.

Comment Closed

 

Add Comment

 
Your email address will not be published.

Recent Post

 

Archives

 

My Site

Ketika kita membuka mata pagi ini, lihatlah keluar pada dunia dan bersyukurlah pada Tuhan bahwa kita masih diberi waktu.

 

Categories

 

Tag Clouds

 

Did you know ?

Sendawa pertama yang pernah tersiarkan secara nasional adalah di tahun 1935.